Bojonegoro – Siswa SD IT Insan Permata Bojonegoro mengikuti kegiatan Integral Learning (IL) di Rumah Batik Ringintunggal, Desa Ringintunggal, pada Rabu, 4 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 84 siswa kelas 2 yang terdiri dari kelas 2A, 2B, dan 2C.

Integral Learning semester genap ini mengusung tema “Batikku, Karyaku, Kebanggaanku”, yang terintegrasi dengan mata pelajaran Seni Budaya, khususnya materi karya dua dimensi. Melalui kegiatan ini, siswa diajak mengaplikasikan pembelajaran di kelas ke dalam pengalaman nyata di lapangan.

Sejak pagi, antusiasme siswa sudah terlihat. Sebelum berangkat, seluruh siswa melaksanakan salat Dhuha berjamaah di kelas masing-masing. Kegiatan dilanjutkan dengan pembagian kelompok dan pengarahan dari ustaz dan ustazah serta kepala sekolah di halaman sekolah. Selanjutnya, siswa berangkat menuju lokasi menggunakan empat unit elf.

Perjalanan menuju Desa Ringintunggal memakan waktu sekitar 45 menit. Sepanjang perjalanan, siswa tampak ceria bernyanyi dan bercengkerama bersama teman-temannya, sambil menikmati pemandangan persawahan hijau yang membentang di sepanjang jalan.

Setibanya di Rumah Batik Ringintunggal, rombongan disambut hangat oleh tim pengelola. Kegiatan diawali dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi tentang batik. Para siswa mendapatkan penjelasan mengenai sejarah batik, jenis-jenis batik khas Bojonegoro, serta pengenalan alat dan bahan membatik, termasuk proses pewarnaan kain.

Agar suasana tetap menyenangkan, tim Rumah Batik menyelipkan ice breaking di sela-sela penyampaian materi. Anak-anak pun terlihat semakin antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan.

Memasuki sesi praktik, siswa diajak mencoba membuat batik cap. Pengalaman ini menjadi momen berkesan bagi anak-anak. Mereka merasakan langsung aroma khas lilin malam, hangatnya kompor, serta bunyi canting cap saat ditekan di atas kain putih. Dengan pendampingan tim, siswa bergantian mencoba proses mengecap batik.

Setelah itu, siswa melanjutkan ke tahap pewarnaan. Mereka duduk berkelompok dan bebas memadukan warna pada kain batik masing-masing menggunakan kuas. Kreativitas dan ketelitian siswa terlihat saat mereka berhati-hati mengoleskan warna agar menghasilkan motif yang indah. Hasil pewarnaan terbaik dinilai oleh tim dan diberikan sertifikat penghargaan.

Sambil menunggu proses pengeringan kain, siswa diberi waktu istirahat dan bermain. Rumah Batik Ringintunggal menyediakan berbagai permainan seperti ayunan, jungkat-jungkit, dan perosotan, sehingga anak-anak dapat belajar sekaligus bermain dengan gembira.

Puncak kegiatan ditandai dengan pembagian hasil karya batik kepada seluruh siswa. Selain membawa pulang kain batik hasil karya sendiri, siswa juga menerima souvenir berupa kotak pensil. Kegiatan ditutup dengan pengisian lembar kerja (worksheet) untuk merefleksikan pengalaman belajar yang telah dilakukan.

Setelah makan siang bersama, rombongan kembali ke sekolah. Sesampainya di SD IT Insan Permata Bojonegoro, siswa melaksanakan salat Zuhur berjamaah sebelum bersiap pulang.

Melalui kegiatan Integral Learning ini, sekolah berharap siswa dapat mengenal batik sebagai warisan budaya yang bernilai tinggi dan patut dilestarikan. Tidak hanya melatih keterampilan dan kreativitas, kegiatan ini juga menanamkan nilai kesabaran, kemandirian, serta kecintaan terhadap budaya bangsa sejak usia dini.