
Bojonegoro, 27 Agustus 2026 — Sebanyak 84 siswa kelas 2 SD IT Insan Permata Bojonegoro mengikuti kegiatan Integral Learning (IL) dengan tema “Smart Traveller: Kenali Rambu, Pahami Aturan, Jaga Kesehatan” pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh siswa kelas 2A, 2B, dan 2C ini dilaksanakan di Terminal Rajekwesi Bojonegoro dan Stasiun Bojonegoro–Cepu. Kegiatan dirancang sebagai pembelajaran kontekstual agar siswa memperoleh pengalaman nyata mengenai transportasi umum, keselamatan di tempat publik, serta pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan.
Kegiatan dimulai pukul 07.00 WIB di Terminal Rajekwesi. Setibanya di lokasi, siswa disambut dengan ramah oleh petugas terminal. Kegiatan diawali dengan ice breaking dan pengarahan dari ustadz dan ustadzah pendamping. Selanjutnya, siswa mendapatkan penjelasan mengenai berbagai jenis kendaraan umum, fungsi terminal, serta rambu-rambu lalu lintas.
Dengan penuh antusias, siswa menyimak penjelasan dari petugas dan berkesempatan menjawab pertanyaan yang diberikan. Beberapa siswa bahkan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi. Suasana semakin meriah ketika siswa mengikuti berbagai permainan edukatif, outbound, dan kegiatan kelompok yang telah disiapkan.

Usai kegiatan di terminal, sekitar pukul 08.30 WIB siswa melanjutkan perjalanan menggunakan bus untuk berkeliling Kota Bojonegoro menuju Stasiun Bojonegoro. Di stasiun, siswa dikenalkan dengan lingkungan stasiun, kereta api, serta profesi masinis. Mereka juga mendapatkan pembelajaran mengenai tata cara menggunakan transportasi kereta api, mulai dari mengantre, melakukan boarding tiket, hingga menjaga ketertiban dan keselamatan selama berada di area stasiun.
Pada pukul 10.15 WIB, siswa mulai memasuki gerbong kereta secara bergantian dan tertib. Perjalanan menuju Stasiun Cepu menjadi salah satu pengalaman yang paling dinantikan. Bagi sebagian besar siswa, perjalanan tersebut merupakan pengalaman pertama mereka naik kereta api.
Sepanjang perjalanan, anak-anak terlihat gembira. Mereka bernyanyi, berbincang bersama teman, sekaligus menikmati pemandangan persawahan hijau yang terbentang dari balik jendela kereta. Pengalaman sederhana tersebut menjadi pembelajaran berharga tentang bagaimana menggunakan transportasi massal dengan tertib dan mandiri.
Sekitar pukul 11.10 WIB, rombongan tiba di Stasiun Cepu. Setelah sampai, siswa beristirahat di area yang telah disiapkan, kemudian mengerjakan worksheet dan menikmati snack bersama ustadz dan ustadzah pendamping.
Momen makan bersama juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk menerapkan pilar “Jaga Kesehatan”. Siswa dibiasakan makan dengan adab yang baik, membersihkan tangan sebelum dan sesudah makan, serta bertanggung jawab terhadap sampah masing-masing. Sisa makanan dikumpulkan ke dalam kantong plastik agar lingkungan stasiun tetap bersih.
Setelah seluruh kegiatan selesai, siswa kembali menuju Stasiun Bojonegoro menggunakan kereta api. Pada pukul 11.40 WIB, siswa memasuki gerbong secara berurutan dengan mendahulukan penumpang yang keluar dan tidak saling mendorong. Selama perjalanan, mereka duduk dengan tertib sambil menikmati perjalanan pulang.
Pukul 12.20 WIB, kereta tiba di Stasiun Bojonegoro. Para siswa turun dengan tertib sesuai arahan guru pendamping. Sebelum dijemput orang tua, siswa menikmati makan siang bersama sambil menunggu kedatangan keluarga.
Rasa lelah tidak mengurangi keceriaan mereka. Siswa tampak antusias menceritakan pengalaman selama perjalanan, mulai dari pengalaman melakukan boarding tiket, naik kereta api, hingga menikmati pemandangan sawah dari balik jendela.
Satu per satu orang tua kemudian tiba di titik penjemputan. Senyum bahagia terpancar dari wajah para siswa ketika bertemu kembali dengan ayah dan ibu mereka. Dengan penuh semangat, mereka membawa pulang cerita dan pengalaman baru sebagai seorang Smart Traveller.
Melalui kegiatan Integral Learning ini, SD IT Insan Permata Bojonegoro berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya berlangsung di dalam kelas. Siswa diajak belajar langsung dari lingkungan sekitar sehingga mampu memahami penggunaan fasilitas publik, menerapkan aturan keselamatan, menjaga kebersihan, serta membangun sikap mandiri dan bertanggung jawab.
Kegiatan “Smart Traveller” menjadi pengalaman berharga bagi siswa kelas 2 untuk belajar, bermain, dan menjelajah bersama. Dari perjalanan sederhana menggunakan transportasi umum, mereka belajar bahwa menjadi generasi cerdas bukan hanya tentang memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu memahami aturan, menjaga keselamatan, menjaga kesehatan, dan menghargai lingkungan di mana pun berada.




