
Mengajak Siswa Mengenal Beragam Profesi Secara Langsung dan Berani Merancang Masa Depan
Bojonegoro, Senin, 31 Agustus 2026 — Setiap anak memiliki impian. Ada yang bercita-cita menjadi dokter, polisi, pengusaha, jurnalis, atlet, seniman, dan masih banyak lagi. Namun, tidak semua anak memiliki kesempatan untuk melihat secara langsung seperti apa dunia dari profesi yang mereka impikan.
Berangkat dari semangat untuk membantu siswa mengenal cita-cita sekaligus memahami proses untuk meraihnya, SD IT Insan Permata Bojonegoro menyelenggarakan kegiatan My Dream dengan tema “Kenali Impianmu, Wujudkan Masa Depanmu.”
Kegiatan ini dirancang sebagai salah satu bentuk pembelajaran bermakna yang memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk mengenal berbagai profesi di lingkungan nyata. Tidak hanya melalui buku pelajaran atau penjelasan guru di kelas, siswa diajak keluar dari ruang kelas untuk melihat, mengamati, bertanya, berdiskusi, dan berinteraksi secara langsung dengan para profesional di bidangnya.
Melalui kegiatan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mengetahui lebih jauh tentang tugas dan tanggung jawab suatu profesi, lingkungan kerja, keterampilan yang dibutuhkan, tantangan yang dihadapi, serta proses yang harus dilalui untuk mencapai profesi tersebut.
Lebih dari sekadar mengenal pekerjaan, My Dream menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, kerja keras, komunikasi, kreativitas, dan semangat pantang menyerah. Kegiatan My Dream dikemas dalam rangkaian aktivitas yang edukatif, inspiratif, dan menyenangkan. Siswa belajar bahwa proses pendidikan tidak hanya berlangsung di dalam kelas, tetapi juga dapat dilakukan melalui pengalaman nyata di lingkungan sekitar.
Sejak pagi, siswa mengikuti kegiatan dengan penuh antusias. Mereka mempersiapkan diri, berkumpul bersama kelompok, dan bersiap untuk menjalankan misi mengenal berbagai profesi yang telah ditentukan.
Kegiatan diawali dengan persiapan dan absensi siswa, kemudian dilanjutkan dengan salat Dhuha bersama. Setelah kegiatan ibadah selesai, siswa mendapatkan pengarahan mengenai rangkaian kegiatan My Dream.
Guru memberikan penjelasan mengenai kelompok, tujuan kunjungan, tata tertib selama berada di lokasi, serta hal-hal yang perlu diperhatikan siswa ketika berinteraksi dengan narasumber.
Siswa kemudian berkumpul sesuai kelompok masing-masing.

Suasana tampak penuh semangat. Siswa bersiap membawa berbagai pertanyaan yang telah dipersiapkan. Bagi sebagian siswa, kegiatan tersebut menjadi pengalaman pertama untuk melakukan wawancara secara langsung dengan seorang profesional.
Dari sinilah perjalanan My Dream dimulai.
Mengenal Beragam Profesi dari Dekat
Setiap kelompok mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi tempat yang berbeda. Masing-masing lokasi memberikan pengalaman dan pembelajaran yang berbeda pula.
Ada kelompok yang mengenal dunia kesehatan, farmasi, kepolisian, jurnalistik, usaha, industri kreatif, hingga olahraga.
Keberagaman profesi tersebut memberikan pesan penting kepada siswa bahwa setiap pekerjaan memiliki peran dan manfaat masing-masing bagi kehidupan masyarakat.
1. Mengenal Dunia Kesehatan di Puskesmas Ngumpakdalem
Salah satu kelompok mendapatkan kesempatan mengunjungi Puskesmas Ngumpakdalem. Di tempat tersebut, siswa bertemu dengan Kepala Puskesmas sebagai narasumber. Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal dunia kesehatan secara lebih dekat. Selama ini, siswa mungkin mengenal dokter, perawat, atau tenaga kesehatan melalui pengalaman ketika berobat. Namun, melalui kegiatan My Dream, mereka dapat mengetahui lebih jauh mengenai aktivitas dan tanggung jawab para tenaga kesehatan.
Dalam sesi wawancara, siswa mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tugas tenaga kesehatan, pelayanan kepada masyarakat, aktivitas sehari-hari di puskesmas, serta hal-hal yang perlu dipersiapkan jika ingin menekuni profesi di bidang kesehatan.
Siswa juga memperoleh pemahaman bahwa bekerja di bidang kesehatan tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga sikap peduli, teliti, sabar, disiplin, dan bertanggung jawab.
Kunjungan tersebut memberikan pesan kepada siswa bahwa profesi kesehatan memiliki peran yang sangat penting dalam membantu menjaga kesehatan masyarakat.
Dari pengalaman ini, siswa diharapkan semakin mengenal dunia kesehatan dan termotivasi untuk belajar dengan sungguh-sungguh apabila kelak ingin menekuni profesi tersebut.

2. Mengenal Profesi Farmasi di Kimia Farma Bojonegoro
Perjalanan berikutnya membawa siswa mengenal dunia farmasi melalui kunjungan ke Apotek Kimia Farma Bojonegoro.
Di lokasi tersebut, siswa mendapatkan kesempatan untuk melihat secara langsung lingkungan kerja di apotek serta mengenal aktivitas yang dilakukan oleh tenaga farmasi.
Sesi wawancara menjadi salah satu bagian yang menarik bagi siswa. Mereka dapat bertanya mengenai aktivitas sehari-hari di apotek, pelayanan kepada masyarakat, pengetahuan yang diperlukan, serta berbagai keterampilan yang harus dimiliki untuk menjalankan profesi di bidang farmasi.
Melalui pengalaman tersebut, siswa memahami bahwa dunia farmasi membutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi. Setiap pekerjaan harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab karena berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat.
Siswa juga belajar bahwa sebuah profesi tidak cukup hanya dilakukan dengan keinginan. Diperlukan proses belajar, kedisiplinan, ketelitian, serta kemauan untuk terus meningkatkan kemampuan.
Kunjungan ke Kimia Farma memberikan pengalaman nyata bahwa di balik pelayanan yang diterima masyarakat terdapat orang-orang yang bekerja dengan penuh tanggung jawab dan profesionalisme.

3. Mengenal Profesi Kepolisian Bersama Kapolres Bojonegoro
Pengalaman yang tidak kalah berkesan diperoleh siswa melalui kesempatan untuk bertemu dengan Kapolres Bojonegoro.
Pertemuan tersebut menjadi momen istimewa bagi siswa untuk mengenal lebih dekat profesi kepolisian. Selama ini, siswa mungkin mengenal polisi sebagai sosok yang bertugas menjaga keamanan dan ketertiban. Namun, melalui wawancara secara langsung, mereka mendapatkan gambaran yang lebih luas mengenai tugas dan tanggung jawab seorang polisi.
Siswa menggali informasi mengenai kegiatan kepolisian, tugas dalam menjaga keamanan, pelayanan kepada masyarakat, serta berbagai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan tugas.
Pertemuan tersebut juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk belajar tentang nilai-nilai yang diperlukan dalam profesi kepolisian, seperti keberanian, kedisiplinan, tanggung jawab, ketegasan, dan kepedulian terhadap masyarakat.
Bagi siswa yang memiliki cita-cita menjadi polisi, pengalaman ini tentu menjadi motivasi tersendiri. Mereka dapat melihat bahwa untuk mencapai cita-cita tersebut diperlukan persiapan sejak dini.
Sementara bagi siswa lainnya, pertemuan ini memberikan pemahaman bahwa seorang polisi memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan rasa aman dan membantu masyarakat.

4. Mengenal Dunia Jurnalistik di Radar Bojonegoro
Dunia informasi dan media menjadi profesi berikutnya yang dikenalkan melalui kunjungan ke Radar Bojonegoro.
Dalam kunjungan ini, siswa diajak mengenal bagaimana sebuah informasi dapat sampai kepada masyarakat. Mereka mendapatkan gambaran mengenai proses mencari informasi, mengolahnya, hingga menyampaikannya kepada pembaca.
Siswa juga memperoleh kesempatan untuk bertanya kepada Kepala Radar Bojonegoro mengenai dunia jurnalistik dan aktivitas di lingkungan media.
Pengalaman tersebut memberikan wawasan baru kepada siswa bahwa seorang jurnalis tidak hanya bertugas menulis berita. Seorang jurnalis juga harus mampu mencari informasi, melakukan wawancara, mengolah data, berpikir kritis, melakukan verifikasi, dan menyampaikan informasi dengan baik serta bertanggung jawab.
Kegiatan ini sekaligus melatih keberanian siswa dalam berkomunikasi. Mereka belajar menyusun pertanyaan, mendengarkan jawaban narasumber, dan memahami informasi yang diperoleh.
Dari dunia jurnalistik, siswa belajar bahwa kemampuan membaca, menulis, berbicara, mendengarkan, dan berpikir kritis dapat menjadi bekal penting dalam berbagai bidang kehidupan.

5. Mengenal Dunia Usaha Bersama Laskar Buah
Tidak hanya profesi yang berkaitan dengan pelayanan masyarakat, kegiatan My Dream juga mengenalkan siswa pada dunia usaha.
Kelompok siswa berkesempatan mengunjungi Laskar Buah dan bertemu dengan Bapak H. Muhadi dan Ibu Siti Robiah.
Kunjungan ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat dunia usaha secara lebih dekat. Mereka mendapatkan gambaran mengenai bagaimana sebuah usaha dibangun, dikelola, dikembangkan, dan dipertahankan agar dapat terus memberikan manfaat.
Melalui sesi wawancara, siswa dapat menggali pengalaman narasumber dalam menjalankan usaha. Mereka belajar bahwa membangun sebuah usaha membutuhkan proses dan tidak selalu berjalan dengan mudah.
Dibutuhkan keberanian untuk memulai, kerja keras, ketekunan, kreativitas, kemampuan melihat peluang, serta kemauan untuk belajar dari pengalaman.
Pengalaman di Laskar Buah memberikan pesan bahwa sebuah usaha yang besar dapat berawal dari sebuah ide dan langkah kecil. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus berkembang.
Bagi siswa yang memiliki impian menjadi pengusaha, kunjungan ini dapat menjadi inspirasi bahwa cita-cita tersebut dapat dipersiapkan sejak sekarang dengan membangun sikap kreatif, mandiri, bertanggung jawab, dan pantang menyerah.

6. Mengenal Dunia Kreatif Bersama Djorodjo
Dunia kreativitas menjadi bidang lain yang dikenalkan kepada siswa melalui kunjungan ke Djorodjo dan pertemuan dengan Ilham Budi Prastya.
Dalam kunjungan tersebut, siswa mendapatkan wawasan mengenai bagaimana sebuah ide dapat dikembangkan menjadi karya maupun kegiatan yang memiliki nilai dan manfaat.
Siswa belajar bahwa kreativitas bukan hanya tentang menghasilkan sesuatu yang menarik, tetapi juga tentang kemampuan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda dan menemukan ide untuk menyelesaikan suatu masalah.
Dunia kreatif juga mengajarkan kepada siswa pentingnya keberanian mencoba. Tidak semua ide langsung berhasil. Terkadang seseorang perlu mencoba berkali-kali, melakukan kesalahan, mengevaluasi hasil, dan memperbaikinya.
Melalui kunjungan ini, siswa belajar bahwa kreativitas dapat menjadi bagian dari profesi sekaligus peluang untuk membangun usaha.
Pengalaman tersebut diharapkan dapat mendorong siswa untuk tidak takut memiliki ide, berani mencoba hal baru, dan terus mengembangkan potensi yang dimiliki.

7. Mengenal Dunia Sepak Bola Bersama Coach Syamsul Arif
Bagi siswa yang memiliki ketertarikan pada olahraga, khususnya sepak bola, kegiatan My Dream menghadirkan pengalaman menarik melalui pertemuan dengan Coach Syamsul Arif dari Pelatihan Persibo.
Dalam kegiatan tersebut, siswa menggali informasi mengenai dunia sepak bola, proses latihan, pembinaan atlet, kedisiplinan, serta berbagai hal yang perlu dilakukan untuk mengembangkan kemampuan di bidang olahraga.
Siswa mendapatkan pemahaman bahwa menjadi atlet profesional bukanlah sesuatu yang dapat dicapai dalam waktu singkat.
Dibutuhkan latihan yang konsisten, kedisiplinan, kerja keras, pola hidup yang baik, semangat, serta kemauan untuk terus belajar dan memperbaiki kemampuan.
Dari dunia sepak bola, siswa belajar satu hal penting: prestasi membutuhkan proses.
Bakat memang dapat menjadi modal awal, tetapi bakat harus dilatih dan dikembangkan melalui kerja keras. Kegagalan dalam latihan bukan alasan untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk belajar menjadi lebih baik.
Pertemuan dengan Coach Syamsul Arif diharapkan dapat menumbuhkan semangat siswa untuk mengejar impian mereka dengan sungguh-sungguh.

Berani Bertanya, Berani Bermimpi
Salah satu pengalaman penting yang diperoleh siswa melalui kegiatan My Dream adalah kesempatan untuk melakukan wawancara secara langsung.
Bagi sebagian siswa, berbicara dengan orang yang baru dikenal tentu membutuhkan keberanian. Mereka harus menyiapkan pertanyaan, menyampaikan pertanyaan dengan sopan, mendengarkan jawaban, dan mencatat informasi yang diperoleh.
Pengalaman tersebut secara tidak langsung melatih berbagai keterampilan siswa, terutama komunikasi, keberanian, rasa ingin tahu, kerja sama, dan kemampuan menyampaikan pendapat.
Siswa juga belajar bahwa bertanya bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Justru melalui pertanyaan, seseorang dapat memperoleh pengetahuan baru.
Dari setiap narasumber, siswa mendapatkan cerita dan pengalaman yang berbeda. Perbedaan tersebut memperlihatkan bahwa setiap profesi memiliki jalan dan tantangan masing-masing.
Hal inilah yang menjadi salah satu pesan utama My Dream: anak-anak tidak harus memiliki cita-cita yang sama. Setiap anak memiliki potensi dan impiannya masing-masing.
Setelah menyelesaikan rangkaian kunjungan dan wawancara di berbagai lokasi, siswa kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kolam Renang BWS.
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran yang cukup padat, siswa mendapatkan kesempatan untuk menikmati kegiatan refreshtime berupa renang.
Suasana berubah menjadi lebih santai dan penuh keceriaan. Siswa dapat menikmati waktu bersama teman-teman setelah sebelumnya mengikuti kegiatan wawancara dan kunjungan.
Kegiatan renang tidak hanya menjadi sarana penyegaran, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat kebersamaan antarsiswa.
Setelah berenang, kegiatan dilanjutkan dengan makan siang bersama. Momen makan bersama menjadi kesempatan bagi siswa dan guru untuk beristirahat sekaligus menikmati kebersamaan setelah menjalani rangkaian kegiatan My Dream.
Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dari kegiatan karena pengalaman belajar tidak hanya dibangun melalui pengetahuan, tetapi juga melalui interaksi, kerja sama, dan kebahagiaan bersama.
Menutup Hari dengan Salat Zuhur Berjamaah
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, siswa kembali menuju sekolah.
Sesampainya di sekolah, kegiatan My Dream ditutup dengan salat Zuhur berjamaah di masjid.
Penutupan ini menjadi pengingat bahwa dalam proses mengejar cita-cita, siswa tidak hanya membutuhkan ilmu dan usaha, tetapi juga perlu mendekatkan diri kepada Allah Swt.
Belajar dengan sungguh-sungguh, berusaha semaksimal mungkin, berdoa, dan menyerahkan hasil kepada Allah menjadi bagian penting dalam perjalanan seorang anak untuk meraih masa depan yang diimpikan.
Dari Sebuah Kunjungan, Lahir Sebuah Impian
Kegiatan My Dream memberikan pengalaman yang lebih dari sekadar perjalanan ke berbagai tempat.
Siswa belajar bahwa setiap profesi memiliki cerita. Di balik sebuah pekerjaan terdapat proses panjang, pendidikan, latihan, tantangan, tanggung jawab, dan perjuangan.
Seorang tenaga kesehatan harus belajar dan terus meningkatkan pengetahuan. Tenaga farmasi harus bekerja dengan teliti dan bertanggung jawab. Polisi membutuhkan keberanian dan kedisiplinan. Jurnalis membutuhkan kemampuan mencari dan menyampaikan informasi. Pengusaha membutuhkan keberanian dan kreativitas. Insan kreatif membutuhkan ide dan kemauan untuk terus mencoba. Sementara atlet membutuhkan latihan, kedisiplinan, dan kerja keras.
Berbagai pengalaman tersebut memberikan satu kesimpulan penting kepada siswa bahwa tidak ada cita-cita yang dapat diraih tanpa proses.
Impian perlu disertai dengan langkah nyata.
Jika ingin menjadi dokter, maka harus rajin belajar.
Jika ingin menjadi polisi, maka harus melatih kedisiplinan dan tanggung jawab.
Jika ingin menjadi pengusaha, maka harus berani belajar dan mencoba.
Jika ingin menjadi atlet, maka harus tekun berlatih.
Jika ingin menjadi jurnalis, maka harus gemar membaca, menulis, bertanya, dan mencari informasi.
Apa pun cita-citanya, setiap anak memiliki kesempatan untuk mempersiapkan diri mulai dari sekarang.
Kenali Impianmu, Wujudkan Masa Depanmu
My Dream menjadi momentum bagi siswa SD IT Insan Permata Bojonegoro untuk mulai mengenal dirinya sendiri dan berani memikirkan masa depan.
Kegiatan ini mengajak siswa untuk tidak hanya bertanya, “Aku ingin menjadi apa?”, tetapi juga mulai memikirkan, “Apa yang harus aku lakukan agar cita-citaku dapat terwujud?”
Pertanyaan tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bahwa masa depan tidak datang begitu saja. Masa depan perlu dipersiapkan melalui kebiasaan baik yang dilakukan sejak sekarang.
Belajar dengan tekun, memiliki sikap disiplin, berani mencoba, menghargai orang lain, bertanggung jawab, bekerja keras, tidak mudah menyerah, serta selalu berdoa merupakan bekal penting dalam perjalanan meraih cita-cita.
Melalui kegiatan My Dream, siswa diharapkan tidak hanya pulang membawa pengalaman dan cerita, tetapi juga membawa sebuah impian yang semakin jelas dan semangat untuk mewujudkannya.
Sebab, mungkin hari ini mereka hanya bertemu seorang dokter, tenaga farmasi, polisi, jurnalis, pengusaha, insan kreatif, atau pelatih sepak bola.
Namun, dari pertemuan tersebut bisa jadi tumbuh sebuah keyakinan:
“Suatu hari nanti, aku juga ingin menjadi seperti mereka.”
Dan dari sebuah impian yang sederhana, perjalanan menuju masa depan pun dimulai.
Kenali Impianmu. Percaya pada Potensimu. Berani Melangkah.Wujudkan Masa Depanmu. ✨
My Dream – SD IT Insan Permata Bojonegoro“Kenali Impianmu, Wujudkan Masa Depanmu.”




