
Bojonegoro, 4 September 2026 — Sebanyak 86 siswa kelas 3 SD IT Insan Permata Bojonegoro mengikuti kegiatan Integral Learning dengan tema “Gerabah Warisan Budaya” pada Kamis, 4 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di sentra gerabah Malo, Bojonegoro, ini dilaksanakan mulai pukul 07.30 hingga 12.30 WIB.
Kegiatan Integral Learning menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar secara langsung melalui pengalaman di luar kelas. Melalui tema “Gerabah Warisan Budaya”, siswa diajak mengenal lebih dekat salah satu potensi budaya lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat di wilayah Malo.
Setibanya di lokasi, siswa mengamati lingkungan sentra gerabah sekaligus melihat aktivitas para pengrajin. Mereka dikenalkan dengan gerabah yang dibuat dari tanah liat dan memiliki berbagai bentuk serta fungsi dalam kehidupan sehari-hari. Pengamatan secara langsung membuat siswa memahami bahwa menghasilkan sebuah gerabah membutuhkan keterampilan, ketelitian, kreativitas, dan kesabaran.
Tidak hanya mengenal gerabah sebagai sebuah produk kerajinan, siswa juga belajar tentang proses dan usaha yang dilakukan para pengrajin. Sebuah benda yang tampak sederhana ternyata melalui proses panjang hingga menjadi karya yang memiliki nilai guna dan keindahan.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman kepada siswa bahwa setiap hasil karya membutuhkan proses. Dari tanah liat yang sederhana, para pengrajin dapat menghasilkan berbagai benda yang bermanfaat. Hal ini menjadi pembelajaran bagi siswa untuk menghargai proses, tidak mudah menyerah, serta memahami bahwa sebuah keterampilan dapat berkembang melalui latihan dan ketekunan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana untuk menanamkan rasa bangga terhadap budaya lokal. Siswa diajak memahami bahwa gerabah merupakan salah satu bagian dari kekayaan budaya daerah yang perlu dikenal, dihargai, dan dilestarikan. Dengan mengenal budaya yang ada di lingkungan sekitar sejak dini, diharapkan tumbuh kepedulian dan kecintaan siswa terhadap warisan budaya bangsa.
Pembelajaran di luar kelas juga memberikan pengalaman yang berbeda bagi siswa. Mereka belajar melalui kegiatan mengamati, mendengarkan penjelasan, bertanya, dan berinteraksi langsung dengan lingkungan serta narasumber. Dengan demikian, materi pembelajaran dapat dihubungkan dengan kehidupan nyata sehingga menjadi lebih konkret dan bermakna.
Selain menambah wawasan tentang gerabah, kegiatan ini juga mengajarkan siswa untuk menghargai pekerjaan dan hasil karya orang lain. Mereka belajar bahwa setiap karya membutuhkan proses, ketekunan, dan usaha. Nilai tersebut diharapkan dapat diterapkan siswa dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam belajar dan mengembangkan potensi diri.
Kegiatan berlangsung dengan penuh antusias. Para siswa tampak menikmati suasana belajar di luar kelas sekaligus mendapatkan pengalaman baru tentang salah satu kekayaan budaya yang ada di Bojonegoro. Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk melihat bahwa pembelajaran dapat berlangsung di mana saja dan dari siapa saja.
Melalui Integral Learning bertema “Gerabah Warisan Budaya”, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga belajar mencintai, menghargai, dan menjaga budaya yang tumbuh di daerahnya.
Semoga pengalaman ini menjadi pembelajaran bermakna bagi seluruh siswa kelas 3 serta menumbuhkan generasi yang bangga terhadap budaya bangsa, menghargai setiap proses, memiliki rasa ingin tahu, dan peduli terhadap keberlangsungan warisan budaya Indonesia.
Mengenal budaya sejak dini, menumbuhkan rasa cinta untuk terus melestarikannya.




