Beron, Tuban | 25–26 September 2026
Bojonegoro — Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Ada banyak pelajaran kehidupan yang justru tumbuh ketika anak diberi kesempatan untuk mencoba, menghadapi tantangan, bekerja sama, bertanggung jawab, dan merasakan secara langsung bagaimana menjadi pribadi yang mandiri.
Semangat itulah yang hadir dalam kegiatan Super Camp III SD IT Insan Permata Bojonegoro Tahun Ajaran 2026/2027 yang dilaksanakan pada 25–26 September 2026 di Beron, Tuban. Mengusung tema “Belajar Mandiri, Menjaga Amanah, Menebar Manfaat”, kegiatan ini menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang memadukan pengalaman, kemandirian, kepramukaan, pembiasaan ibadah, kepedulian sosial, serta kebersamaan.
Super Camp bukan sekadar kegiatan berkemah. Di balik tenda yang didirikan, permainan yang dilakukan, hingga kebersamaan yang tercipta, terdapat proses pendidikan yang mengajarkan anak untuk mengenal dirinya, belajar bertanggung jawab, dan memahami bahwa setiap kemampuan yang dimiliki seharusnya dapat menjadi jalan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.
Mengawali Perjalanan dengan Doa dan Tanggung Jawab
Rangkaian kegiatan dimulai dengan persiapan keberangkatan. Para siswa mengikuti absensi, pemeriksaan barang bawaan, dan doa bersama sebelum memulai perjalanan menuju lokasi Super Camp.
Pemeriksaan barang bawaan menjadi salah satu pembelajaran awal tentang tanggung jawab. Anak-anak belajar memastikan perlengkapan yang dibutuhkan telah dipersiapkan dengan baik dan memahami bahwa setiap barang yang dibawa merupakan bagian dari amanah yang harus dijaga.
Perjalanan menuju lokasi menjadi awal dari pengalaman baru. Setibanya di Beron, Tuban, kegiatan dilanjutkan dengan Al-Ma’tsurat dan pendirian tenda. Para siswa bersama kelompoknya belajar menata tempat tinggal sementara, bekerja sama, berbagi tugas, dan saling membantu.
Sederhana, tetapi penuh makna. Sebab dari mendirikan sebuah tenda, anak belajar bahwa sesuatu yang besar dapat diselesaikan ketika setiap orang mau mengambil peran dan menjalankan tanggung jawabnya.

Belajar, Berkarya, dan Mengasah Kreativitas

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan latihan penempuhan TKK menjahit. Para siswa belajar mengembangkan keterampilan sekaligus menunjukkan hasil karya yang dibuat dari kain perca.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi anak untuk memahami bahwa setiap benda yang terlihat sederhana dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai ketika dikerjakan dengan kreativitas dan ketekunan.
Semangat berkarya berlanjut melalui kegiatan hasta karya. Para siswa diberikan kesempatan untuk membuat karya dengan memanfaatkan berbagai bahan, seperti botol bekas, origami, dan ranting kayu.
Selain mengasah kreativitas, kegiatan tersebut juga mengajarkan kepedulian terhadap lingkungan. Anak-anak dikenalkan pada nilai bahwa barang yang dianggap tidak terpakai masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang berguna.

Inilah salah satu bentuk pembelajaran nyata tentang menebar manfaat: sesuatu yang sederhana pun dapat memberikan nilai ketika berada di tangan yang mau berkreasi.
Menanam Pohon, Menanam Kepedulian
Salah satu kegiatan yang menjadi bagian penting dalam Super Camp III adalah penanaman pohon dan bakti sosial.
Para siswa diajak menanam pohon sekaligus berbagi sembako kepada warga sekitar. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti karena anak-anak tidak hanya belajar menjaga lingkungan, tetapi juga belajar melihat kebutuhan orang lain.
Menanam pohon mengajarkan tentang kesabaran dan kepedulian terhadap masa depan. Pohon yang ditanam hari ini mungkin belum memberikan manfaat besar dalam waktu singkat, tetapi kelak dapat memberikan keteduhan dan kehidupan.
Begitu pula dengan berbagi. Anak-anak belajar bahwa kebahagiaan tidak hanya berasal dari menerima, tetapi juga dari kemampuan untuk memberi.
Melalui kegiatan tersebut, nilai “menebar manfaat” tidak hanya menjadi tema, tetapi benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan nyata.
Menghidupkan Malam dengan Ibadah dan Refleksi
Ketika sore berganti malam, suasana Super Camp semakin sarat dengan pembelajaran spiritual. Setelah bersih diri, para siswa melaksanakan sholat Maghrib berjamaah, Al-Ma’tsurat petang, dan makan bersama.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan materi kepramukaan, di antaranya sandi angka, Dasa Dharma, dan tali-temali. Anak-anak diajak memahami nilai-nilai kepramukaan sekaligus belajar bekerja sama dan memecahkan tantangan.
Malam semakin hangat dengan kegiatan api unggun dan pentas seni. Para siswa diberikan ruang untuk menampilkan kreativitas, keberanian, dan kekompakan bersama kelompok.
Namun, di balik kemeriahan malam tersebut, terdapat waktu yang jauh lebih tenang dan mendalam.

Pada dini hari, para siswa dibangunkan untuk mengikuti Qiyamul Lail. Sholat malam dilanjutkan dengan materi refleksi diri.
Dalam suasana malam yang hening, anak-anak diajak berhenti sejenak dari kesibukan. Mereka belajar melihat kembali diri sendiri: sudahkah menjadi anak yang bertanggung jawab? Sudahkah menjaga amanah? Sudahkah berbuat baik kepada orang tua, guru, dan teman? Dan sudahkah kehadirannya memberikan manfaat bagi orang lain?
Refleksi semacam ini menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter. Anak tidak hanya diajak mengetahui mana yang baik, tetapi juga belajar mengevaluasi dirinya dan berusaha menjadi pribadi yang lebih baik.

Menyambut Pagi dengan Ibadah dan Semangat
Pagi hari diawali dengan sholat Subuh dan Al-Ma’tsurat, kemudian dilanjutkan dengan bersih diri, sarapan, dan senam pagi bersama.
Keceriaan pagi menjadi energi untuk menghadapi rangkaian kegiatan berikutnya. Setelah mempersiapkan diri, para siswa mengikuti outbound yang dikemas dalam beberapa pos tantangan.
Terdapat lima pos yang harus dilalui, yaitu:
POS 1: Membuat Tandu
Melatih kerja sama, ketelitian, dan kemampuan menyelesaikan tugas bersama.

POS 2: Sandi Angka
Mengasah kemampuan berpikir, konsentrasi, dan memecahkan masalah.

POS 3: Tebak Kata
Membangun komunikasi dan kekompakan antarteman.

POS 4: Game Merangkak
Melatih keberanian, ketangkasan, dan semangat pantang menyerah.

POS 5: Susur Sungai
Memberikan pengalaman petualangan sekaligus melatih keberanian, kehati-hatian, dan kepedulian terhadap anggota kelompok.
Dalam outbound, anak-anak belajar bahwa tidak semua tantangan dapat diselesaikan dengan kemampuan individu. Ada kalanya seseorang membutuhkan bantuan teman, dan ada waktunya pula ia harus membantu orang lain.
Dari sinilah nilai kebersamaan tumbuh.

Tidak ada yang berjalan sendirian. Tidak ada yang boleh ditinggalkan. Setiap anggota kelompok memiliki peran dan tanggung jawab.
Menutup Kegiatan dengan Amanah dan Kebersamaan
Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, para siswa bersama panitia melakukan bongkar tenda dan merapikan barang bawaan.
Kegiatan ini menjadi penutup pembelajaran tentang amanah. Setelah menggunakan tempat dan fasilitas bersama, anak-anak belajar meninggalkan lokasi dalam keadaan bersih dan rapi.
Kemudian kegiatan dilanjutkan dengan upacara penutupan dan pembagian hadiah sebagai bentuk apresiasi atas semangat, kerja sama, dan perjuangan para siswa selama mengikuti Super Camp.
Perjalanan pulang menjadi akhir dari kegiatan, tetapi bukan akhir dari pembelajaran.

Justru setelah kembali ke rumah dan sekolah, nilai-nilai yang telah dipelajari selama Super Camp diharapkan dapat terus dibawa dalam kehidupan sehari-hari.
Membawa Pulang Lebih dari Sekadar Pengalaman
Super Camp III SD IT Insan Permata Bojonegoro menjadi perjalanan yang tidak hanya meninggalkan kenangan, tetapi juga membawa pesan pendidikan yang kuat.
Belajar mandiri berarti berani mencoba, mampu mengurus diri, dan bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.
Menjaga amanah berarti memahami bahwa setiap tugas, barang, kepercayaan, dan tanggung jawab harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.
Sedangkan menebar manfaat berarti belajar menjadi pribadi yang tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga peduli kepada teman, lingkungan, masyarakat, dan seluruh makhluk ciptaan Allah SWT.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tujuan pendidikan di SD IT Insan Permata Bojonegoro, yaitu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak, kemandirian, kepedulian, dan semangat untuk berbuat kebaikan.
Sebab pendidikan sejatinya bukan hanya tentang apa yang anak ketahui, tetapi juga tentang siapa dirinya kelak dan apa yang dapat ia berikan kepada orang lain.
Semoga pengalaman selama dua hari di Beron, Tuban menjadi bekal berharga bagi seluruh peserta Super Camp III. Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan—mendirikan tenda, membuat karya, berbagi sembako, menanam pohon, mengikuti outbound, menjaga barang, melaksanakan ibadah, hingga membantu teman—menjadi proses yang menumbuhkan pribadi yang lebih dewasa dan bertanggung jawab.
Semoga Allah SWT menjadikan anak-anak SD IT Insan Permata Bojonegoro sebagai generasi yang mandiri dalam menghadapi kehidupan, amanah dalam menjalankan tanggung jawab, kuat dalam menghadapi tantangan, serta senantiasa menjadi sumber kebaikan dan manfaat bagi sesama.
«“Belajar Mandiri, Menjaga Amanah, Menebar Manfaat.”»
Karena setiap pengalaman adalah pembelajaran,
setiap amanah adalah tanggung jawab,
dan setiap kebaikan yang kita lakukan adalah jejak manfaat yang akan terus dikenang.

Super Camp III SD IT Insan Permata Bojonegoro
Beron, Tuban | 25–26 September 2026